Gaya
People-first, berbasis pengalaman, dan terbuka pada revisi. Lebih suka menjelaskan “kenapa” daripada sekadar “apa”.
Menulis tentang proses, refleksi, dan konteks keputusan—bagaimana sesuatu dibangun, diuji, lalu direvisi seiring data baru datang. Fokusnya bukan “jawaban final”, melainkan arsip pembelajaran yang bisa ditelusuri ulang.
People-first, berbasis pengalaman, dan terbuka pada revisi. Lebih suka menjelaskan “kenapa” daripada sekadar “apa”.
Kerja keras harian, keputusan kecil, usaha kecil, dan dampak sosial dari perubahan yang terlihat “sepele”.
Dari sepeda butut, jatuh-bangun, sampai membangun pabrik mini. Cerita tentang kesiapan menyambut peluang dan membangun sistem usaha.